Setelah sungai dan laut
seusai ngarai dan gunung
tatkala mentari terus lingsir
kesimpulan pun terbaca: hidup
pada akhirnya tak lain
ikhtiar untuk berdamai
dengan perih nyeri
yang kian hari kian cemeti
menyabet jengkal demi jengkal
sendi dan nadi
kita terus mencari kekuatan
untuk berdansa dengan
daya yang kian susut
harapan yang kian hanyut
dan maut yang kian beringsut
pada akhirnya
hidup, semuanya, hanya akan seperti ini...(*)
18 Maret 2015
08 Februari 2015
Arti Kebersamaan
Jika kau ingin pergi dengan cepat, pergilah sendiri.
Jika kau ingin pergi hingga jauh, pergilah bersama-sama.
(Peribahasa Afrika, dari film The Good Lie)
Jika kau ingin pergi hingga jauh, pergilah bersama-sama.
(Peribahasa Afrika, dari film The Good Lie)
Merenungi film "A Good Lie"
Dusta kecil diulangulang setiap saat
"demi kebaikan, agar bisa sedikit sentosa"
Tapi, mengapa terasa salah
mengapa nurani seperti sekarat
dan sunyi membelenggu hati
meruapkan kerinduan
pada padang rumput tak bertepai
berpayung bintang gemintang
Di tanah hitam sana pergulatan sudah berlangsung lama
seperti tanpa awal tiada ujung
kokang senjata, genangan darah, percik mesiu, tumpahan tangis dan kepiluan, juga kehilangan
lalu beribu langkah-langkah tersuruk
bergemuruh, terseret-seret
menghindara bala
mencari naungan aman
mengejar tanah terjanji
tapi di sini, hanya sedikit yang sampai ke sini
ke tanah harapan ini
dan kami yang beruntung mengapa
tak merasa begitu bahagia
langkah muram dibayangi
terus kelam masa lalu
dan gagap budaya
tapi, di tengah itu semua
kaki hanya terus melangkah
karena terdorong satu asa:
mungkin esok bisa lebih baik(*)
"demi kebaikan, agar bisa sedikit sentosa"
Tapi, mengapa terasa salah
mengapa nurani seperti sekarat
dan sunyi membelenggu hati
meruapkan kerinduan
pada padang rumput tak bertepai
berpayung bintang gemintang
Di tanah hitam sana pergulatan sudah berlangsung lama
seperti tanpa awal tiada ujung
kokang senjata, genangan darah, percik mesiu, tumpahan tangis dan kepiluan, juga kehilangan
lalu beribu langkah-langkah tersuruk
bergemuruh, terseret-seret
menghindara bala
mencari naungan aman
mengejar tanah terjanji
tapi di sini, hanya sedikit yang sampai ke sini
ke tanah harapan ini
dan kami yang beruntung mengapa
tak merasa begitu bahagia
langkah muram dibayangi
terus kelam masa lalu
dan gagap budaya
tapi, di tengah itu semua
kaki hanya terus melangkah
karena terdorong satu asa:
mungkin esok bisa lebih baik(*)
16 November 2014
In The Valey
Ini kepedihan
atau mungkin kepahitan
Dikupas sehelai demi sehelai
Menorehkan kekosongan
Melata di jalan lengang
Bar dan rumah yang kusam
Waktu kah
Atau keadaan
Yang membuatmu
Menjelma asing
Seperti bukan belahan jiwaku
Tak tersisa gelak lepas
Atau celoteh tanpa beban
Seperti saat ku peluk ku timang
Kau pergi dengan kelam
Tak hanya mengundang sedih
Tapi juga membawa hingga tandas semua kebanggaan(*)
atau mungkin kepahitan
Dikupas sehelai demi sehelai
Menorehkan kekosongan
Melata di jalan lengang
Bar dan rumah yang kusam
Waktu kah
Atau keadaan
Yang membuatmu
Menjelma asing
Seperti bukan belahan jiwaku
Tak tersisa gelak lepas
Atau celoteh tanpa beban
Seperti saat ku peluk ku timang
Kau pergi dengan kelam
Tak hanya mengundang sedih
Tapi juga membawa hingga tandas semua kebanggaan(*)
19 Agustus 2013
Di Kuningan
lembur pepek
dipayung gunung
imah pasesedek
mere omber keur
sawah-sawah marakpak hejo
hanyir kota
nyambuang
ti unggal jandela
jeung batin warga(*)
dipayung gunung
imah pasesedek
mere omber keur
sawah-sawah marakpak hejo
hanyir kota
nyambuang
ti unggal jandela
jeung batin warga(*)
12 Mei 2013
Icha
menuntunmu
setiap hari
bergulat dengan
takjub dan khawatir
tak putusputus
sosok mungilmu
ringkih seperti
rumput bergoyang tertiup angin
penyakit bergantian menyapa
menyobek-nyobek tentram di dada
sikapmu keras
tak pernah mau diarahkan
ogah belajar enggan mengaji
semua hanya semaumu sendiri
main game
menonton film
taman bermain
menari
atau bersenandung sendiri
aku harus selalu
menyabarkan hati
agar tak hilang sabar
dan habis kelembutan
menyertaimu
jatuh bangun
dalam takjub
dan ngeri
juga nyeri(*)
setiap hari
bergulat dengan
takjub dan khawatir
tak putusputus
sosok mungilmu
ringkih seperti
rumput bergoyang tertiup angin
penyakit bergantian menyapa
menyobek-nyobek tentram di dada
sikapmu keras
tak pernah mau diarahkan
ogah belajar enggan mengaji
semua hanya semaumu sendiri
main game
menonton film
taman bermain
menari
atau bersenandung sendiri
aku harus selalu
menyabarkan hati
agar tak hilang sabar
dan habis kelembutan
menyertaimu
jatuh bangun
dalam takjub
dan ngeri
juga nyeri(*)
07 Februari 2013
Asmara Tungtung Lengkah
Basa leungeun patarema
Di sisi lungkawing jungkrang
Aya katumbiri
Endah jeroeun paneuteup anjeun
Ngirim widadari
Jeung hariring
Jeroeun ati
Asmara urang
Nu endah
Ligar marengan
Renghap panungtung(*)
Di sisi lungkawing jungkrang
Aya katumbiri
Endah jeroeun paneuteup anjeun
Ngirim widadari
Jeung hariring
Jeroeun ati
Asmara urang
Nu endah
Ligar marengan
Renghap panungtung(*)
31 Januari 2013
Dangdut
Kata sedu
Musik merayu
Mangayun kaki
Dan hati
Senandung cinta
Mempesona
Membawa angan
Melayanglayang
Menapaki tangga
Hayalan sejuta
Kisah asmara
Mengkin rendah
Tak berkualitas
Tapi menghanyutkan
Dan terus
memanggilmanggil(*)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Musik merayu
Mangayun kaki
Dan hati
Senandung cinta
Mempesona
Membawa angan
Melayanglayang
Menapaki tangga
Hayalan sejuta
Kisah asmara
Mengkin rendah
Tak berkualitas
Tapi menghanyutkan
Dan terus
memanggilmanggil(*)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sang Pengacara
(Setelah menonton Boston Legal)
Berdiri di puncak
Mengagumi bayangan sendiri
Sekecap anggur
Sesedot cerutu
Mengaburkan ingatan
Dan kewarasan
Pun nurani
Sudah lama mati
Bersama seringai puas
Saat palu diketuk
Dan penjahat yang kau bela
Bebas melangkah
Ada juga gelisah
Sedikit saja
Lalu kau injak sambil
Menyebut namamu
Berulangulang
Dengan keras, bangga, dan pongah
Di puncak
Kau melangkah gagah
Merasa dunia sudah kau
Taklukkan
Dan apapun yang kau lakukan
Seaneh atau sehina apapun
Pada akhirnya kau akan
Jadi pemenang
Di puncak
Kau merasa tak tersentuh
Bahkan oleh lirik hina dunia(*)
Berdiri di puncak
Mengagumi bayangan sendiri
Sekecap anggur
Sesedot cerutu
Mengaburkan ingatan
Dan kewarasan
Pun nurani
Sudah lama mati
Bersama seringai puas
Saat palu diketuk
Dan penjahat yang kau bela
Bebas melangkah
Ada juga gelisah
Sedikit saja
Lalu kau injak sambil
Menyebut namamu
Berulangulang
Dengan keras, bangga, dan pongah
Di puncak
Kau melangkah gagah
Merasa dunia sudah kau
Taklukkan
Dan apapun yang kau lakukan
Seaneh atau sehina apapun
Pada akhirnya kau akan
Jadi pemenang
Di puncak
Kau merasa tak tersentuh
Bahkan oleh lirik hina dunia(*)
26 Januari 2013
The Hobbit
Manusia kerdil
Peruntungan yang pendek
Terusir
Berkelana
Tak lelah
Mencari
Warisan yang hilang
Jalan berbukit
Lembah
Sungai
Hutan
Salju
Kejutan
bahaya
Dan maut
Di dunia asing
Realita asing
Membetot
Mengaduk
Emosi dan pemahaman
Ini dunia
Imaji dari Pencipta
Yang luar biasa(*)
Peruntungan yang pendek
Terusir
Berkelana
Tak lelah
Mencari
Warisan yang hilang
Jalan berbukit
Lembah
Sungai
Hutan
Salju
Kejutan
bahaya
Dan maut
Di dunia asing
Realita asing
Membetot
Mengaduk
Emosi dan pemahaman
Ini dunia
Imaji dari Pencipta
Yang luar biasa(*)
Langganan:
Postingan (Atom)
