Kemarahan kecil
Menjelma bencana
berujung duka
Mata kecil tanpa dosa
Berubah penuh luka
Nanar menatap
Tangan kecil
Pembawa bencana:
Maut buat belahan jiwa
Lalu hati berkarat
Oleh luka
Sesal
Dan rasa tak mengerti
Jiwa tercemar
Nalar terenggut
Engkau pun melayang
Dalam dunia tanpa akal sehat
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
21 April 2012
18 April 2012
Dahlan
Karena kami bosan
Melihat badut badut
Omong dusta
Seraya tertawa
Bahagia
Karena kami lelah
Menunggu janji
Janji manis
Tanpa bukti
Karena kami muak
Menonton mereka
Menumpuk harta
Dengan mencuri uang rakyat
Karena kami frustasi
Melihat wajah ini negeri
Kian pasi
Tanpa hati
Karena kami rindu
Penuntun yang punya nurani
Pemimpin yang tak terbelenggu
Kepentingan picik dan
birokrasi yang bertele-tele
Maka kami membuak pintu buatmu
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Melihat badut badut
Omong dusta
Seraya tertawa
Bahagia
Karena kami lelah
Menunggu janji
Janji manis
Tanpa bukti
Karena kami muak
Menonton mereka
Menumpuk harta
Dengan mencuri uang rakyat
Karena kami frustasi
Melihat wajah ini negeri
Kian pasi
Tanpa hati
Karena kami rindu
Penuntun yang punya nurani
Pemimpin yang tak terbelenggu
Kepentingan picik dan
birokrasi yang bertele-tele
Maka kami membuak pintu buatmu
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
17 April 2012
Larry Crowne
kejatuhan bukanlah akhir
mungkin hanya pengingat
agar kita bangkit
dan melangkah
dalam ritme berbeda
seperti dirimu
saat kelimpungan kehilangan kursi
kau biarkan hatimu terbuka
menyerap segala bisikan
membunuh semua rasa enggan
melangkah meninggalkan masa lalu
seraya memeluk kerendahan hati
dan kau temukan
keasikan baru
tantangan baru
harapan baru
tragedimu
berujung
senyuman.(*)
mungkin hanya pengingat
agar kita bangkit
dan melangkah
dalam ritme berbeda
seperti dirimu
saat kelimpungan kehilangan kursi
kau biarkan hatimu terbuka
menyerap segala bisikan
membunuh semua rasa enggan
melangkah meninggalkan masa lalu
seraya memeluk kerendahan hati
dan kau temukan
keasikan baru
tantangan baru
harapan baru
tragedimu
berujung
senyuman.(*)
14 April 2012
Buat Anwar (without trace)
Hidupmu adalah perjuangan melelahkan
bekerja dua kali lebih keras
Hanya untuk menyamai mereka
Perasaanmu adalah paranoia
Semua mata menatap curiga
karena asalmu dan perbuatan orang sebelummu
Kau berjalan tersuruk
memanggul dosa turunan
Katamu adalah darah dan bom
Terdengar di telinga mereka
Kemampuan dan dedikasimu
Tak pernah bisa mengantarmu
Ke posisi yang jadi hakmu
Kau cinta tanah impian ini
Yang hanya memberimu
Rasa sakit hati
Frustasi
Dan maut.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
bekerja dua kali lebih keras
Hanya untuk menyamai mereka
Perasaanmu adalah paranoia
Semua mata menatap curiga
karena asalmu dan perbuatan orang sebelummu
Kau berjalan tersuruk
memanggul dosa turunan
Katamu adalah darah dan bom
Terdengar di telinga mereka
Kemampuan dan dedikasimu
Tak pernah bisa mengantarmu
Ke posisi yang jadi hakmu
Kau cinta tanah impian ini
Yang hanya memberimu
Rasa sakit hati
Frustasi
Dan maut.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Penegak Keadilan
Hari hari panjang
Malam tanpa akhir
Takanan
Tantangan
Teka teki
Ini hanya tugas
Pekerjaan
Yang memangsa
Hidup kita
Mengunyah ngunyah
Keseharian
Hingga hilang rasa
Tiap hari selalu beda
kasus baru
misteri lain lagi
Memakanmu bulat bulat
Waktumu
Pikiranmu
Nuranimu
Belaskasihmu
Di ujung hari
Kadang ada kepuasan
Karena kebinatangan
Telah dikerangkengkan
Kebusukan telah tersucikan
Pembunuhan telah dipecahkan
Kita merayakan di pojok bar
Dengan wangi alkohol
Dan obrolan jorok
Lalu kita terlelap gelisah
Dengan hari panjang
Menunggu saat mata terbuka
Dan inilah kita
Penegak keadilan
Atau zombi
Tanpa harapan?
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Malam tanpa akhir
Takanan
Tantangan
Teka teki
Ini hanya tugas
Pekerjaan
Yang memangsa
Hidup kita
Mengunyah ngunyah
Keseharian
Hingga hilang rasa
Tiap hari selalu beda
kasus baru
misteri lain lagi
Memakanmu bulat bulat
Waktumu
Pikiranmu
Nuranimu
Belaskasihmu
Di ujung hari
Kadang ada kepuasan
Karena kebinatangan
Telah dikerangkengkan
Kebusukan telah tersucikan
Pembunuhan telah dipecahkan
Kita merayakan di pojok bar
Dengan wangi alkohol
Dan obrolan jorok
Lalu kita terlelap gelisah
Dengan hari panjang
Menunggu saat mata terbuka
Dan inilah kita
Penegak keadilan
Atau zombi
Tanpa harapan?
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
12 April 2012
Bauer (dari 24)
KAU kabarkan surga
mulai bertumbuh di rahimmu
kau sebut ini
kesempatan kedua bagi cinta
"Aku sangat bahagia. Bagaimana denganmu?"
aku? tentu bahagia, sayang
meski kabar tiba di saat langkah terarah
menujujanji dengan elmaut
kesempatan kedua kita
mungkin hanya bisa
kubayangkan
seraya meregang nyawa
tapi aku akan tersenyum
membayangkan benih kasih
di perutmu(*)
mulai bertumbuh di rahimmu
kau sebut ini
kesempatan kedua bagi cinta
"Aku sangat bahagia. Bagaimana denganmu?"
aku? tentu bahagia, sayang
meski kabar tiba di saat langkah terarah
menujujanji dengan elmaut
kesempatan kedua kita
mungkin hanya bisa
kubayangkan
seraya meregang nyawa
tapi aku akan tersenyum
membayangkan benih kasih
di perutmu(*)
24
Bayang masa lalu
berjinjit
merebut bahagia
seinci demi seinci
bayangan darah
bayangan luka
bayang amarah
pintu pintu kenyataan
terkuak
kebenaran mengintip
embuskan napas beruap maut
dingin
menggigilkan tulang
membekukan darah
membutakan
melumpuhkan
tangan menggapai gapai
napas tercekat
tiada daya
menatap ruh ruh terkasih
direnggut sang angkara
berjinjit
merebut bahagia
seinci demi seinci
bayangan darah
bayangan luka
bayang amarah
pintu pintu kenyataan
terkuak
kebenaran mengintip
embuskan napas beruap maut
dingin
menggigilkan tulang
membekukan darah
membutakan
melumpuhkan
tangan menggapai gapai
napas tercekat
tiada daya
menatap ruh ruh terkasih
direnggut sang angkara
Homeland
Kembali dari neraka
hanya untuk bertemu
percik percik kecil kecewa
: ini hanya neraka kedua
di tengah siksa dulu kau
bertahan karena mimpimu
tentang istri
dan putra-putri nan manis
kembali ke rumah
hanya tersua
asing dan penyesalan
juga kemanusiaan
yang meranggas mati
hanya untuk bertemu
percik percik kecil kecewa
: ini hanya neraka kedua
di tengah siksa dulu kau
bertahan karena mimpimu
tentang istri
dan putra-putri nan manis
kembali ke rumah
hanya tersua
asing dan penyesalan
juga kemanusiaan
yang meranggas mati
10 April 2012
Di Warung
Tik tak tik tak
Teringat sepurnama lalu
Di tempat ini
Dipagut masgul
Serupa itu juga kini
hati meriang
Dicubiti resah
Tak bisa ceria
di tengah Tawa lepas
pengujung warung
Teringat suram
Yang menyelimuti
Buah hati
Ada ketakutan soal
Masa depannya
Soal kesempurnaannya
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Teringat sepurnama lalu
Di tempat ini
Dipagut masgul
Serupa itu juga kini
hati meriang
Dicubiti resah
Tak bisa ceria
di tengah Tawa lepas
pengujung warung
Teringat suram
Yang menyelimuti
Buah hati
Ada ketakutan soal
Masa depannya
Soal kesempurnaannya
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
02 Oktober 2011
Reuni eks-SP
ngumpul ngahurun balung
mipit ispirasi
mulungan luang
ngalegaan paneuteup
lengkah geus jauh
ninggalkeun
nineung jeung
rasa nu kungsi pagalo
ninggalkeun intrik
jeung perang kaceuceub
ret ka kenca: asa katinggaleun
ret ka katuhu: asa bagja ku awak sorangan
sagalana geuning
tergantung persepsi
kumaha urang nyokot
sudut pandang
hideung-bodas
ipis batesna
kataji ku lalaki
lucu nu cetuk huis
"hirup ulah dipake susah,
cokot jalan gampang
jeung nikmat."(*)
mipit ispirasi
mulungan luang
ngalegaan paneuteup
lengkah geus jauh
ninggalkeun
nineung jeung
rasa nu kungsi pagalo
ninggalkeun intrik
jeung perang kaceuceub
ret ka kenca: asa katinggaleun
ret ka katuhu: asa bagja ku awak sorangan
sagalana geuning
tergantung persepsi
kumaha urang nyokot
sudut pandang
hideung-bodas
ipis batesna
kataji ku lalaki
lucu nu cetuk huis
"hirup ulah dipake susah,
cokot jalan gampang
jeung nikmat."(*)
Langganan:
Postingan (Atom)