Manusia kerdil
Peruntungan yang pendek
Terusir
Berkelana
Tak lelah
Mencari
Warisan yang hilang
Jalan berbukit
Lembah
Sungai
Hutan
Salju
Kejutan
bahaya
Dan maut
Di dunia asing
Realita asing
Membetot
Mengaduk
Emosi dan pemahaman
Ini dunia
Imaji dari Pencipta
Yang luar biasa(*)
26 Januari 2013
08 Desember 2012
Renungan ketika Jatuh
Ada banyak kejatuhan dan strata kekecewaan. Yang manapun menimpa kita, ingat saja: alangkah beruntungnya kita masih hidup. Betapa beruntungnya kita masih punya kesempatan mengayunkan kaki, meski jalan yang kita jejak penuh onak duri.
Kita hanya perlu berhenti sejenak. Memikirkan banyak hal-hal berarti yang masih kita nikmati. Mensyukuri kesempatan yang masih bisa direngkuhi.
Kadang memang sangat menekan. Sangat menyakitkan. Beban itu, yang yang memojokan kita ke sudut tak disangka dan tak kita harapkan. Tapi tak semestinya semua itu membutakan mata hati. Akan hidup dan peluang lain yang masih ada.
Bisa juga kita melihatnya dari kaca mata berbeda. Kesulitan-kesulitan kita itu. Anggap itu menjadi kesempatan. Untuk mengukuhkan pijakan atau mencari celah lain.
Bila itu bisa dilakukan dan kita mampu mengarungi tantangan baru dengan semangat dan gagah berani, maka semua bisa mejanjikan akhir berbeda. Akhir yang lebih baik.(*)
Kita hanya perlu berhenti sejenak. Memikirkan banyak hal-hal berarti yang masih kita nikmati. Mensyukuri kesempatan yang masih bisa direngkuhi.
Kadang memang sangat menekan. Sangat menyakitkan. Beban itu, yang yang memojokan kita ke sudut tak disangka dan tak kita harapkan. Tapi tak semestinya semua itu membutakan mata hati. Akan hidup dan peluang lain yang masih ada.
Bisa juga kita melihatnya dari kaca mata berbeda. Kesulitan-kesulitan kita itu. Anggap itu menjadi kesempatan. Untuk mengukuhkan pijakan atau mencari celah lain.
Bila itu bisa dilakukan dan kita mampu mengarungi tantangan baru dengan semangat dan gagah berani, maka semua bisa mejanjikan akhir berbeda. Akhir yang lebih baik.(*)
Menononton Young Blood
badan melayang
wajah bermandi darah
sebelum jatuh menimpa kanvas
jutaan adegan berloncatan:
Ayah yang tak pernah kembali
Meniggalkan senyum sebelum prgi
Ibu yang luluh disiksa kepenatan dan duka
Kakak yang putus asa menapaki jalan papa
Sahabat2 yang membawa ego masing2
Hidup ini singkat
Tapi penuh warna
Tak sadar senyum merekah
Saat badan menyentuh kanvas
Dan kesadaran sirna
Kehormatan telah ditegakan
Ketakutan telah ditaklukan
Maut ini tidaklah begitu buruk(*)
wajah bermandi darah
sebelum jatuh menimpa kanvas
jutaan adegan berloncatan:
Ayah yang tak pernah kembali
Meniggalkan senyum sebelum prgi
Ibu yang luluh disiksa kepenatan dan duka
Kakak yang putus asa menapaki jalan papa
Sahabat2 yang membawa ego masing2
Hidup ini singkat
Tapi penuh warna
Tak sadar senyum merekah
Saat badan menyentuh kanvas
Dan kesadaran sirna
Kehormatan telah ditegakan
Ketakutan telah ditaklukan
Maut ini tidaklah begitu buruk(*)
14 November 2012
Continuum
Dari ujung ke ujung
Dari waktu ke waktu
Ikhtiar tak putusputus
Untuk menulis ulang sejarah
Demi hidup yang lebih mulia
Untuk kisah yang lebih sentosa
Tapi akhirnya kita hanya manusia
Penuh kelemahan
Harapan dan ketakutan
Lalu nasib mejelma benang
Berpilin kusut tak mungkin diuarai
Ketakutan yang paling ditakutkan
Mewujud: langit runtuh
Hujan api
Banjir darah(*)
Dari waktu ke waktu
Ikhtiar tak putusputus
Untuk menulis ulang sejarah
Demi hidup yang lebih mulia
Untuk kisah yang lebih sentosa
Tapi akhirnya kita hanya manusia
Penuh kelemahan
Harapan dan ketakutan
Lalu nasib mejelma benang
Berpilin kusut tak mungkin diuarai
Ketakutan yang paling ditakutkan
Mewujud: langit runtuh
Hujan api
Banjir darah(*)
08 November 2012
Hariring Isukiisuk
Rebun-rebun nu pakepuk
maksa si eneng nginum obat
laju ngabebejo supaya daek sakola
pagawean geus titadi ngageroan
poe anyar
kasibukan nu kamari oge
waktu ngaberung
nyontangan jatah umur
tapi hirup asa jalan di tempat(*)
maksa si eneng nginum obat
laju ngabebejo supaya daek sakola
pagawean geus titadi ngageroan
poe anyar
kasibukan nu kamari oge
waktu ngaberung
nyontangan jatah umur
tapi hirup asa jalan di tempat(*)
03 Mei 2012
The Titan
PADA narasi
zeus, hades, dan psoidon
Kita berenang dalam
Kebingungan
Kedangkalan
Dan kontradiksi
atau barangkali
ini hanya satu cara lain lagi
menjelaskan dan mencari pembenar
atas kelemahan sekaligus kemuliaan
kita sebagai insan
sebagai manusia
kita terus bejuang
menyelam
ke kisah epik
berharap menemukan
kesimpulan yang membenarkan
bahwa kita berharga
karena kelemahan kita
karena kesetiaan kita
kekhusuan kita
dan keteguhan kita
dalam mencari kekuatan agung itu
di dalam dan luar diri
mungkin ini semua hanya
perenungan lain
tentang ketuhanan
dan kemanusiaan
zeus, hades, dan psoidon
Kita berenang dalam
Kebingungan
Kedangkalan
Dan kontradiksi
atau barangkali
ini hanya satu cara lain lagi
menjelaskan dan mencari pembenar
atas kelemahan sekaligus kemuliaan
kita sebagai insan
sebagai manusia
kita terus bejuang
menyelam
ke kisah epik
berharap menemukan
kesimpulan yang membenarkan
bahwa kita berharga
karena kelemahan kita
karena kesetiaan kita
kekhusuan kita
dan keteguhan kita
dalam mencari kekuatan agung itu
di dalam dan luar diri
mungkin ini semua hanya
perenungan lain
tentang ketuhanan
dan kemanusiaan
28 April 2012
Grey
SALJU putih tanpa batas
kesepian sempurna
nan menggigilkan
maut terasa dekat
mendengus dengus
di muka kulit
kau coba lari
hanya tersua
lolong serigala
di mana mana
lari dari petaka
terjerumus pada derita
tak berujung
kematian yang pernah kau tantang
kian dekat mendatangi
memaerkan seringai ganas
dan liur darah
tapi kau coba jua
melawan dengan sisa
sisa tenaga tak seberapa
hingga bumi memerah darah
kesepian sempurna
nan menggigilkan
maut terasa dekat
mendengus dengus
di muka kulit
kau coba lari
hanya tersua
lolong serigala
di mana mana
lari dari petaka
terjerumus pada derita
tak berujung
kematian yang pernah kau tantang
kian dekat mendatangi
memaerkan seringai ganas
dan liur darah
tapi kau coba jua
melawan dengan sisa
sisa tenaga tak seberapa
hingga bumi memerah darah
26 April 2012
Prince Audah (dari Black Gold)
PADA debu yang diterbangkan angin
pada derap kuda yang menggetarkan pasir gurun
kau temukan arah hidup
sepagina demi sepagina
seperti buku yang menemani
dan mengiring usiamu beranjak
dengan pengtahuan dan kebijakan
di medan tempur tanpa ujung
di lembah-lembah
tempat maut begitu murah hati
sisi kerasmu berkuasa
membunuhi sisi lemah dan takutmu
engkau lalu sadar akan anugrahmu
tangan yang bisa menggerakan
omongan yang bisa mengarahkan
pandangan yang bisa mematikan
lalu kau tetapkan hatimu
berikan hidupmu
curahkan hasratmu
untuk menjembatani
masa lalu dan masa kini
dan semua lantas berpihak padamu:
kesempatan
kemenangan
juga ujung bahagia
di sanalah kau kini
di taman oase
mencium jabang bayi di rahim istrimu
seraya memimpikan
masa depan sentosa
gurun penuh pepohonan
lampu dan kemuliaan(*)
pada derap kuda yang menggetarkan pasir gurun
kau temukan arah hidup
sepagina demi sepagina
seperti buku yang menemani
dan mengiring usiamu beranjak
dengan pengtahuan dan kebijakan
di medan tempur tanpa ujung
di lembah-lembah
tempat maut begitu murah hati
sisi kerasmu berkuasa
membunuhi sisi lemah dan takutmu
engkau lalu sadar akan anugrahmu
tangan yang bisa menggerakan
omongan yang bisa mengarahkan
pandangan yang bisa mematikan
lalu kau tetapkan hatimu
berikan hidupmu
curahkan hasratmu
untuk menjembatani
masa lalu dan masa kini
dan semua lantas berpihak padamu:
kesempatan
kemenangan
juga ujung bahagia
di sanalah kau kini
di taman oase
mencium jabang bayi di rahim istrimu
seraya memimpikan
masa depan sentosa
gurun penuh pepohonan
lampu dan kemuliaan(*)
Black Gold
Hidup di hadapanmu
hanya terdiri dua kutub:
memegang prinsip atau menghamba harta
Lalu engkau terjebak di tengah tengah
tanpa pemahaman atau gairah
Gurun tak berbatas
sumur minyak tanpa dasar
di lembah ini
keserakahan tak berbatas
di lembah lain
manusia rela mati demi prinsip
engkau lantast terjebak
dalam perang yang memunculkan sisi lelakimu
engkau mengokang bedil
di tengah derap unta
seraya mengenang
wajah jelita berkulit beludru
di tengah lembah
yang hendak kau musnahkan
gurun yang perawan
hati yang rawan
hidup yang tawar

hanya terdiri dua kutub:
memegang prinsip atau menghamba harta
Lalu engkau terjebak di tengah tengah
tanpa pemahaman atau gairah
Gurun tak berbatas
sumur minyak tanpa dasar
di lembah ini
keserakahan tak berbatas
di lembah lain
manusia rela mati demi prinsip
engkau lantast terjebak
dalam perang yang memunculkan sisi lelakimu
engkau mengokang bedil
di tengah derap unta
seraya mengenang
wajah jelita berkulit beludru
di tengah lembah
yang hendak kau musnahkan
gurun yang perawan
hati yang rawan
hidup yang tawar
25 April 2012
Satengahing Jalan
NGAJETEN
di satengahing jalan
rempan nitenan sorangeun
kuciwa ngareret tapak tukangeun
sarebu ketak
saratus kabungah
sajuta kanalangsa
nganteurkeun ka dieu
katitik ieu:
pagalona kahanjakal jeung hamham
pacampurna tunggara jeung kahayang
hamo tinekanan
naon du diteangan?
naon du didagoan?
kuduna jadi spon
nu nyerep sagala
saripati hirup
ceurik satarikna
seuri satakerna
tembang sapuasna
nyatu saseubeuhna
tapi naha aya hamham
aya kemelang
aya kasieun
aya kosong
nyiwitan hate
di satengahing jalan
milangan huis
beuki ngandelan
nitenan sesa
harepan maruragan(*)
di satengahing jalan
rempan nitenan sorangeun
kuciwa ngareret tapak tukangeun
sarebu ketak
saratus kabungah
sajuta kanalangsa
nganteurkeun ka dieu
katitik ieu:
pagalona kahanjakal jeung hamham
pacampurna tunggara jeung kahayang
hamo tinekanan
naon du diteangan?
naon du didagoan?
kuduna jadi spon
nu nyerep sagala
saripati hirup
ceurik satarikna
seuri satakerna
tembang sapuasna
nyatu saseubeuhna
tapi naha aya hamham
aya kemelang
aya kasieun
aya kosong
nyiwitan hate
di satengahing jalan
milangan huis
beuki ngandelan
nitenan sesa
harepan maruragan(*)
Langganan:
Postingan (Atom)


