menuntunmu
setiap hari
bergulat dengan
takjub dan khawatir
tak putusputus
sosok mungilmu
ringkih seperti
rumput bergoyang tertiup angin
penyakit bergantian menyapa
menyobek-nyobek tentram di dada
sikapmu keras
tak pernah mau diarahkan
ogah belajar enggan mengaji
semua hanya semaumu sendiri
main game
menonton film
taman bermain
menari
atau bersenandung sendiri
aku harus selalu
menyabarkan hati
agar tak hilang sabar
dan habis kelembutan
menyertaimu
jatuh bangun
dalam takjub
dan ngeri
juga nyeri(*)
12 Mei 2013
07 Februari 2013
Asmara Tungtung Lengkah
Basa leungeun patarema
Di sisi lungkawing jungkrang
Aya katumbiri
Endah jeroeun paneuteup anjeun
Ngirim widadari
Jeung hariring
Jeroeun ati
Asmara urang
Nu endah
Ligar marengan
Renghap panungtung(*)
Di sisi lungkawing jungkrang
Aya katumbiri
Endah jeroeun paneuteup anjeun
Ngirim widadari
Jeung hariring
Jeroeun ati
Asmara urang
Nu endah
Ligar marengan
Renghap panungtung(*)
31 Januari 2013
Dangdut
Kata sedu
Musik merayu
Mangayun kaki
Dan hati
Senandung cinta
Mempesona
Membawa angan
Melayanglayang
Menapaki tangga
Hayalan sejuta
Kisah asmara
Mengkin rendah
Tak berkualitas
Tapi menghanyutkan
Dan terus
memanggilmanggil(*)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Musik merayu
Mangayun kaki
Dan hati
Senandung cinta
Mempesona
Membawa angan
Melayanglayang
Menapaki tangga
Hayalan sejuta
Kisah asmara
Mengkin rendah
Tak berkualitas
Tapi menghanyutkan
Dan terus
memanggilmanggil(*)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sang Pengacara
(Setelah menonton Boston Legal)
Berdiri di puncak
Mengagumi bayangan sendiri
Sekecap anggur
Sesedot cerutu
Mengaburkan ingatan
Dan kewarasan
Pun nurani
Sudah lama mati
Bersama seringai puas
Saat palu diketuk
Dan penjahat yang kau bela
Bebas melangkah
Ada juga gelisah
Sedikit saja
Lalu kau injak sambil
Menyebut namamu
Berulangulang
Dengan keras, bangga, dan pongah
Di puncak
Kau melangkah gagah
Merasa dunia sudah kau
Taklukkan
Dan apapun yang kau lakukan
Seaneh atau sehina apapun
Pada akhirnya kau akan
Jadi pemenang
Di puncak
Kau merasa tak tersentuh
Bahkan oleh lirik hina dunia(*)
Berdiri di puncak
Mengagumi bayangan sendiri
Sekecap anggur
Sesedot cerutu
Mengaburkan ingatan
Dan kewarasan
Pun nurani
Sudah lama mati
Bersama seringai puas
Saat palu diketuk
Dan penjahat yang kau bela
Bebas melangkah
Ada juga gelisah
Sedikit saja
Lalu kau injak sambil
Menyebut namamu
Berulangulang
Dengan keras, bangga, dan pongah
Di puncak
Kau melangkah gagah
Merasa dunia sudah kau
Taklukkan
Dan apapun yang kau lakukan
Seaneh atau sehina apapun
Pada akhirnya kau akan
Jadi pemenang
Di puncak
Kau merasa tak tersentuh
Bahkan oleh lirik hina dunia(*)
26 Januari 2013
The Hobbit
Manusia kerdil
Peruntungan yang pendek
Terusir
Berkelana
Tak lelah
Mencari
Warisan yang hilang
Jalan berbukit
Lembah
Sungai
Hutan
Salju
Kejutan
bahaya
Dan maut
Di dunia asing
Realita asing
Membetot
Mengaduk
Emosi dan pemahaman
Ini dunia
Imaji dari Pencipta
Yang luar biasa(*)
Peruntungan yang pendek
Terusir
Berkelana
Tak lelah
Mencari
Warisan yang hilang
Jalan berbukit
Lembah
Sungai
Hutan
Salju
Kejutan
bahaya
Dan maut
Di dunia asing
Realita asing
Membetot
Mengaduk
Emosi dan pemahaman
Ini dunia
Imaji dari Pencipta
Yang luar biasa(*)
08 Desember 2012
Renungan ketika Jatuh
Ada banyak kejatuhan dan strata kekecewaan. Yang manapun menimpa kita, ingat saja: alangkah beruntungnya kita masih hidup. Betapa beruntungnya kita masih punya kesempatan mengayunkan kaki, meski jalan yang kita jejak penuh onak duri.
Kita hanya perlu berhenti sejenak. Memikirkan banyak hal-hal berarti yang masih kita nikmati. Mensyukuri kesempatan yang masih bisa direngkuhi.
Kadang memang sangat menekan. Sangat menyakitkan. Beban itu, yang yang memojokan kita ke sudut tak disangka dan tak kita harapkan. Tapi tak semestinya semua itu membutakan mata hati. Akan hidup dan peluang lain yang masih ada.
Bisa juga kita melihatnya dari kaca mata berbeda. Kesulitan-kesulitan kita itu. Anggap itu menjadi kesempatan. Untuk mengukuhkan pijakan atau mencari celah lain.
Bila itu bisa dilakukan dan kita mampu mengarungi tantangan baru dengan semangat dan gagah berani, maka semua bisa mejanjikan akhir berbeda. Akhir yang lebih baik.(*)
Kita hanya perlu berhenti sejenak. Memikirkan banyak hal-hal berarti yang masih kita nikmati. Mensyukuri kesempatan yang masih bisa direngkuhi.
Kadang memang sangat menekan. Sangat menyakitkan. Beban itu, yang yang memojokan kita ke sudut tak disangka dan tak kita harapkan. Tapi tak semestinya semua itu membutakan mata hati. Akan hidup dan peluang lain yang masih ada.
Bisa juga kita melihatnya dari kaca mata berbeda. Kesulitan-kesulitan kita itu. Anggap itu menjadi kesempatan. Untuk mengukuhkan pijakan atau mencari celah lain.
Bila itu bisa dilakukan dan kita mampu mengarungi tantangan baru dengan semangat dan gagah berani, maka semua bisa mejanjikan akhir berbeda. Akhir yang lebih baik.(*)
Menononton Young Blood
badan melayang
wajah bermandi darah
sebelum jatuh menimpa kanvas
jutaan adegan berloncatan:
Ayah yang tak pernah kembali
Meniggalkan senyum sebelum prgi
Ibu yang luluh disiksa kepenatan dan duka
Kakak yang putus asa menapaki jalan papa
Sahabat2 yang membawa ego masing2
Hidup ini singkat
Tapi penuh warna
Tak sadar senyum merekah
Saat badan menyentuh kanvas
Dan kesadaran sirna
Kehormatan telah ditegakan
Ketakutan telah ditaklukan
Maut ini tidaklah begitu buruk(*)
wajah bermandi darah
sebelum jatuh menimpa kanvas
jutaan adegan berloncatan:
Ayah yang tak pernah kembali
Meniggalkan senyum sebelum prgi
Ibu yang luluh disiksa kepenatan dan duka
Kakak yang putus asa menapaki jalan papa
Sahabat2 yang membawa ego masing2
Hidup ini singkat
Tapi penuh warna
Tak sadar senyum merekah
Saat badan menyentuh kanvas
Dan kesadaran sirna
Kehormatan telah ditegakan
Ketakutan telah ditaklukan
Maut ini tidaklah begitu buruk(*)
14 November 2012
Continuum
Dari ujung ke ujung
Dari waktu ke waktu
Ikhtiar tak putusputus
Untuk menulis ulang sejarah
Demi hidup yang lebih mulia
Untuk kisah yang lebih sentosa
Tapi akhirnya kita hanya manusia
Penuh kelemahan
Harapan dan ketakutan
Lalu nasib mejelma benang
Berpilin kusut tak mungkin diuarai
Ketakutan yang paling ditakutkan
Mewujud: langit runtuh
Hujan api
Banjir darah(*)
Dari waktu ke waktu
Ikhtiar tak putusputus
Untuk menulis ulang sejarah
Demi hidup yang lebih mulia
Untuk kisah yang lebih sentosa
Tapi akhirnya kita hanya manusia
Penuh kelemahan
Harapan dan ketakutan
Lalu nasib mejelma benang
Berpilin kusut tak mungkin diuarai
Ketakutan yang paling ditakutkan
Mewujud: langit runtuh
Hujan api
Banjir darah(*)
08 November 2012
Hariring Isukiisuk
Rebun-rebun nu pakepuk
maksa si eneng nginum obat
laju ngabebejo supaya daek sakola
pagawean geus titadi ngageroan
poe anyar
kasibukan nu kamari oge
waktu ngaberung
nyontangan jatah umur
tapi hirup asa jalan di tempat(*)
maksa si eneng nginum obat
laju ngabebejo supaya daek sakola
pagawean geus titadi ngageroan
poe anyar
kasibukan nu kamari oge
waktu ngaberung
nyontangan jatah umur
tapi hirup asa jalan di tempat(*)
03 Mei 2012
The Titan
PADA narasi
zeus, hades, dan psoidon
Kita berenang dalam
Kebingungan
Kedangkalan
Dan kontradiksi
atau barangkali
ini hanya satu cara lain lagi
menjelaskan dan mencari pembenar
atas kelemahan sekaligus kemuliaan
kita sebagai insan
sebagai manusia
kita terus bejuang
menyelam
ke kisah epik
berharap menemukan
kesimpulan yang membenarkan
bahwa kita berharga
karena kelemahan kita
karena kesetiaan kita
kekhusuan kita
dan keteguhan kita
dalam mencari kekuatan agung itu
di dalam dan luar diri
mungkin ini semua hanya
perenungan lain
tentang ketuhanan
dan kemanusiaan
zeus, hades, dan psoidon
Kita berenang dalam
Kebingungan
Kedangkalan
Dan kontradiksi
atau barangkali
ini hanya satu cara lain lagi
menjelaskan dan mencari pembenar
atas kelemahan sekaligus kemuliaan
kita sebagai insan
sebagai manusia
kita terus bejuang
menyelam
ke kisah epik
berharap menemukan
kesimpulan yang membenarkan
bahwa kita berharga
karena kelemahan kita
karena kesetiaan kita
kekhusuan kita
dan keteguhan kita
dalam mencari kekuatan agung itu
di dalam dan luar diri
mungkin ini semua hanya
perenungan lain
tentang ketuhanan
dan kemanusiaan
Langganan:
Postingan (Atom)


