18 Maret 2015

Film Dessert Flower

badanmu eboni
berbusana kesempurnaan
berlenggok di catwalk dunia

mulut dan matamu
merekahkan senyum
mecerahkan hati dunia

hatimu, hanya kamu yang tahu:
berpintal perih dan luka masa lalu
korban tradisi bodoh tanpa logika

kau beruntung bisa selamat
karena dua adikmu
berkubang darah meregang nyawa
usai menjalani "sunat" celaka itu
kau lebih beruntung bisa
sampai ke puncak dunia
karena di mogadishu
banyak kaummu yang
masih terjerat labirin setan

tapi hatimu luka
karena itu
kau memilih bicara
mengguar perih masa lalu
di depan dunia
tak peduli itu akan jadi noda
yang meredupkan sempurnamu
karena kau tahu
hatimu tak akan tenang
bila tradisi celaka
terus dibiarkan
memakan korban(*)

Image result for desert flower, movie

Berdamai dengan Usia

Setelah sungai dan laut
seusai ngarai dan gunung
tatkala mentari terus lingsir
kesimpulan pun terbaca: hidup
pada akhirnya tak lain
ikhtiar untuk berdamai
dengan perih nyeri
yang kian hari kian cemeti
menyabet jengkal demi jengkal
sendi dan nadi
kita terus mencari kekuatan
untuk berdansa dengan
daya yang kian susut
harapan yang kian hanyut
dan maut yang kian beringsut

pada akhirnya
hidup, semuanya, hanya akan seperti ini...(*)

08 Februari 2015

Arti Kebersamaan

Jika kau ingin pergi dengan cepat, pergilah sendiri.

Jika kau ingin pergi hingga jauh, pergilah bersama-sama.

(Peribahasa Afrika, dari film The Good Lie)

Image result for the good lie, movie

Merenungi film "A Good Lie"

Dusta kecil diulangulang setiap saat
"demi kebaikan, agar bisa sedikit sentosa"

Tapi, mengapa terasa salah
mengapa nurani seperti sekarat
dan sunyi membelenggu hati
meruapkan kerinduan
pada padang rumput tak bertepai
berpayung bintang gemintang

Di tanah hitam sana pergulatan sudah berlangsung lama
seperti tanpa awal tiada ujung
kokang senjata, genangan darah, percik mesiu, tumpahan tangis dan kepiluan, juga kehilangan
lalu beribu langkah-langkah tersuruk
bergemuruh, terseret-seret
menghindara bala
mencari naungan aman
mengejar tanah terjanji

tapi di sini, hanya sedikit yang sampai ke sini
ke tanah harapan ini
dan kami yang beruntung mengapa
tak merasa begitu bahagia
langkah muram dibayangi
terus kelam masa lalu
dan gagap budaya
tapi, di tengah itu semua
kaki hanya terus melangkah
karena terdorong satu asa:
mungkin esok bisa lebih baik(*)

16 November 2014

In The Valey

Ini kepedihan
atau mungkin kepahitan
Dikupas sehelai demi sehelai
Menorehkan kekosongan
Melata di jalan lengang
Bar dan rumah yang kusam
Waktu kah
Atau keadaan
Yang membuatmu
Menjelma asing
Seperti bukan belahan jiwaku
Tak tersisa gelak lepas
Atau celoteh tanpa beban
Seperti saat ku peluk ku timang
Kau pergi dengan kelam
Tak hanya mengundang sedih
Tapi juga membawa hingga tandas semua kebanggaan(*)

Image result for in the valley

19 Agustus 2013

Di Kuningan

lembur pepek
dipayung gunung

imah pasesedek
mere omber keur
sawah-sawah marakpak hejo

hanyir kota
nyambuang
ti unggal jandela
jeung batin warga(*)

12 Mei 2013

Icha

menuntunmu
setiap hari
bergulat dengan
takjub dan khawatir
tak putusputus

sosok mungilmu
ringkih seperti
rumput bergoyang tertiup angin
penyakit bergantian menyapa
menyobek-nyobek tentram di dada

sikapmu keras
tak pernah mau diarahkan
ogah belajar enggan mengaji
semua hanya semaumu sendiri
main game
menonton film
taman bermain
menari
atau bersenandung sendiri

aku harus selalu
menyabarkan hati
agar tak hilang sabar
dan habis kelembutan

menyertaimu
jatuh bangun
dalam takjub
dan ngeri
juga nyeri(*)

07 Februari 2013

Asmara Tungtung Lengkah

Basa leungeun patarema
Di sisi lungkawing jungkrang
Aya katumbiri
Endah jeroeun  paneuteup anjeun
Ngirim widadari
Jeung hariring
Jeroeun ati
Asmara urang
Nu endah
Ligar marengan
Renghap panungtung(*)

31 Januari 2013

Dangdut

Kata sedu
Musik merayu
Mangayun kaki
Dan hati

Senandung cinta
Mempesona
Membawa angan
Melayanglayang
Menapaki tangga
Hayalan sejuta
Kisah asmara

Mengkin rendah
Tak berkualitas
Tapi menghanyutkan
Dan terus
memanggilmanggil(*)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sang Pengacara

(Setelah menonton Boston Legal)

Berdiri di puncak
Mengagumi bayangan sendiri
Sekecap anggur
Sesedot cerutu
Mengaburkan ingatan
Dan kewarasan

Pun nurani
Sudah lama mati
Bersama seringai puas
Saat palu diketuk
Dan penjahat yang kau bela
Bebas melangkah

Ada juga gelisah
Sedikit saja
Lalu kau injak sambil
Menyebut namamu
Berulangulang
Dengan keras, bangga, dan pongah

Di puncak
Kau melangkah gagah
Merasa dunia sudah kau
Taklukkan
Dan apapun yang kau lakukan
Seaneh atau sehina apapun
Pada akhirnya kau akan
Jadi pemenang

Di puncak
Kau merasa tak tersentuh
Bahkan oleh lirik hina dunia(*)