16 November 2014

In The Valey

Ini kepedihan
atau mungkin kepahitan
Dikupas sehelai demi sehelai
Menorehkan kekosongan
Melata di jalan lengang
Bar dan rumah yang kusam
Waktu kah
Atau keadaan
Yang membuatmu
Menjelma asing
Seperti bukan belahan jiwaku
Tak tersisa gelak lepas
Atau celoteh tanpa beban
Seperti saat ku peluk ku timang
Kau pergi dengan kelam
Tak hanya mengundang sedih
Tapi juga membawa hingga tandas semua kebanggaan(*)

Image result for in the valley

19 Agustus 2013

Di Kuningan

lembur pepek
dipayung gunung

imah pasesedek
mere omber keur
sawah-sawah marakpak hejo

hanyir kota
nyambuang
ti unggal jandela
jeung batin warga(*)

12 Mei 2013

Icha

menuntunmu
setiap hari
bergulat dengan
takjub dan khawatir
tak putusputus

sosok mungilmu
ringkih seperti
rumput bergoyang tertiup angin
penyakit bergantian menyapa
menyobek-nyobek tentram di dada

sikapmu keras
tak pernah mau diarahkan
ogah belajar enggan mengaji
semua hanya semaumu sendiri
main game
menonton film
taman bermain
menari
atau bersenandung sendiri

aku harus selalu
menyabarkan hati
agar tak hilang sabar
dan habis kelembutan

menyertaimu
jatuh bangun
dalam takjub
dan ngeri
juga nyeri(*)

07 Februari 2013

Asmara Tungtung Lengkah

Basa leungeun patarema
Di sisi lungkawing jungkrang
Aya katumbiri
Endah jeroeun  paneuteup anjeun
Ngirim widadari
Jeung hariring
Jeroeun ati
Asmara urang
Nu endah
Ligar marengan
Renghap panungtung(*)

31 Januari 2013

Dangdut

Kata sedu
Musik merayu
Mangayun kaki
Dan hati

Senandung cinta
Mempesona
Membawa angan
Melayanglayang
Menapaki tangga
Hayalan sejuta
Kisah asmara

Mengkin rendah
Tak berkualitas
Tapi menghanyutkan
Dan terus
memanggilmanggil(*)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sang Pengacara

(Setelah menonton Boston Legal)

Berdiri di puncak
Mengagumi bayangan sendiri
Sekecap anggur
Sesedot cerutu
Mengaburkan ingatan
Dan kewarasan

Pun nurani
Sudah lama mati
Bersama seringai puas
Saat palu diketuk
Dan penjahat yang kau bela
Bebas melangkah

Ada juga gelisah
Sedikit saja
Lalu kau injak sambil
Menyebut namamu
Berulangulang
Dengan keras, bangga, dan pongah

Di puncak
Kau melangkah gagah
Merasa dunia sudah kau
Taklukkan
Dan apapun yang kau lakukan
Seaneh atau sehina apapun
Pada akhirnya kau akan
Jadi pemenang

Di puncak
Kau merasa tak tersentuh
Bahkan oleh lirik hina dunia(*)

26 Januari 2013

The Hobbit

Manusia kerdil
Peruntungan yang pendek

Terusir
Berkelana
Tak lelah
Mencari
Warisan yang hilang

Jalan berbukit
Lembah
Sungai
Hutan
Salju
Kejutan
bahaya
Dan maut

Di dunia asing
Realita asing
Membetot
Mengaduk
Emosi dan pemahaman

Ini dunia
Imaji dari Pencipta
Yang luar biasa(*)

08 Desember 2012

Renungan ketika Jatuh

Ada banyak kejatuhan dan strata kekecewaan. Yang manapun menimpa kita, ingat saja: alangkah beruntungnya kita masih hidup. Betapa beruntungnya kita masih punya kesempatan mengayunkan kaki, meski jalan yang kita jejak penuh onak duri.

Kita hanya perlu berhenti sejenak. Memikirkan banyak hal-hal berarti yang masih kita nikmati. Mensyukuri kesempatan yang masih bisa direngkuhi.

Kadang memang sangat menekan. Sangat menyakitkan. Beban itu, yang yang memojokan kita ke sudut tak disangka dan tak kita harapkan. Tapi tak semestinya semua itu membutakan mata hati. Akan hidup dan peluang lain yang masih ada.

Bisa juga kita melihatnya dari kaca mata berbeda. Kesulitan-kesulitan kita itu. Anggap itu menjadi kesempatan. Untuk mengukuhkan pijakan atau mencari celah lain.

Bila itu bisa dilakukan dan kita mampu mengarungi tantangan baru dengan semangat dan gagah berani, maka semua bisa mejanjikan akhir berbeda. Akhir yang lebih baik.(*)

Menononton Young Blood

badan melayang
wajah bermandi darah
sebelum jatuh menimpa kanvas
jutaan adegan berloncatan:

Ayah yang tak pernah kembali
Meniggalkan senyum sebelum prgi
Ibu yang luluh disiksa kepenatan dan duka
Kakak yang putus asa menapaki jalan papa
Sahabat2 yang membawa ego masing2

Hidup ini singkat
Tapi penuh warna

Tak sadar senyum merekah
Saat badan menyentuh kanvas
Dan kesadaran sirna

Kehormatan telah ditegakan
Ketakutan telah ditaklukan
Maut ini tidaklah begitu buruk(*)

14 November 2012

Continuum

Dari ujung ke ujung
Dari waktu ke waktu
Ikhtiar tak putusputus
Untuk menulis ulang sejarah
Demi hidup yang lebih mulia
Untuk kisah yang lebih sentosa

Tapi akhirnya kita hanya manusia
Penuh kelemahan
Harapan dan ketakutan

Lalu nasib mejelma benang
Berpilin kusut tak mungkin diuarai
Ketakutan yang paling ditakutkan
Mewujud: langit runtuh
Hujan api
Banjir darah(*)