13 Maret 2011
Perlu Pemicu
agar pikiran tak kosong
atau berkecemuk dalam lamunan tak karuan
Karena itu harus selalu ada pendamping:
teman berbagi obrolan
buku
radio
dan terutama video yang dengan dahysat
bisa memacu pikiranku
untuk bergejolak liar
memikirkan kemungkinan-kemungkinan
atau skenario lanjutan(*)
'Essential Killing'
Berkisah tentang seorang tentara taliban yang ditangkap tentara Amerika dan dibawah ke daerah Eropa Timur. Karena kecelakaan, ia bisa lolos. Ia diburu tentara dengan anjing pelacak. Harus menaklukkan hutan pinus bersalju.
Karena kehausan ia harus menodong pistol pada seorang ibu yang tengah menyusui bayinya di pinggir jalan. Ia lantas menyedot ASI sang ibu yang shock hingga pingsan. Ia beberapa kali juga harus melakukan pembunuhan, bukan karena sifat agresi dalam dirirnya, tapi semata untuk mempertahankan hidup.
Film ini unik dan menarik: mimim percakapan (pemeran utamanya bahkan bisu), disana sini diwarnai muncratnya darah dan daging yang berhamburan, juga ada absuditas kemanusiaan. Setelah film selesai, saya bisa berkata yakin: ini film bagus! Dengan skala A-D, saya memberinya nilai A-.
Usai menonto, saya tergerak untuk mencari info dilm lebih jauh lagi. Ternyata film ini diarahakan oleh Jerzy Skolimowski, sutradara veteran asal Polandia yang juga pernah membesut Eastern Promises. Film ini sempat mendapatkan penghargaan dalam ajang Polish Film Academy awal bulan ini, yakni untuk musik terbaik, editing terbaik, aktor terbaik (Vincent Gallo), serta special jury award.(*)
12 Maret 2011
The Shaolin
Ternyata tidak. Kisah seorang jenderal yang jadi biksu ini agak mengecewakan. Ceritanya agak lemah dan kedodoran. Penokohan dan pengembangan karakternya nanggung. Aksi perkelahiannya juga tak istimewa.
Bisa saja penilaian di atas tak sepenuhnya obyektif. Buruknya terjenahan mungkin ikut berpengaruh. Tapi satu hal pasti emosi kita tak ikut terbangun bersama beranjaknya alur cerita. Persaingan sang jenderal dan sang adik yang jadi jejer utama cerita juga terasa agak berlebihan dan luput mengembangkan sisi manusiawi para tokohnya.
Kalau nonton di bioskop rasanya saya akan keluar dengan agak kecewa. Dalam skala A samapai D rasanya film ini hanya layak nilai B-.(*)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
08 Maret 2011
Lain Sajak
ukur kecap-kecap pondok
nu diukir diendah-endah
keur nyamunikeun
maksud
can sajak
da teu endah
teu ngahudang
teu jero
hamo sajak
ukur kahayang
can kataekan(*)
Sasab
geuning ngahianat
gelindeng tembang
hirup geus ised
beuki ngjauhan
deres kur'an
galindeng solawat
poe ganti
kahayang ngaberung
beuki tarik
poho ka asal
poho ka pangbalikan
beu...(*)
07 Maret 2011
maaf
bila kukerap
memunggungimu
aku melata
diseret syahwat dunia
hingga luput segala
halhal kecil
halhal indah
milikmu(*)
Hidup
aku tersadar
hidup hanyalah
rentetan ihtiar
untuk membunuh kekecewaan
karena harapan
kerap menjela
bayangan wajah kita
yang lebih indah dari aslinya
dan hidup kita
dininabobo oleh
kisahkisah indah
milik orang lain
hidup akhirnya
hanya usaha untuk
mengubur kebanggan
dan menerima kenyataan
yang mungkin getir(*)
04 Februari 2011
Lembur Kuring
jalan lalegok-taringgul najan geus diaspal
ti taun ka taun taya robahna
bleg keong nu ngudagngudag kamajuan jaman
ti pangandaran kebat ngidul:
batuhiu
parigi
pasirkiara
parakan
ciwayang
cimindi
ciwangkal
kaduriung
gok we: cigugur
naon nu pantes dipikatineung?
ukur kalangkang poe kamari
nu terus beuki ngipisan
lir halimun katojo panonpoe
naon atuh nu bisa dipikasono?
benguetbeungeut nu beuki asing
kahanjelu nu tetep ngaganjel
lembur kuring
lembur singkur di pakidupan
teuing isuk rek bisa amprok deu(*)
16 Januari 2011
Ulang Tahun Keempat
risau itu menyelip
di pilinan rasa
sayang dan kebanggaan
kalian serupa corong
pengeras suara
yang memantulkan
sifat-sifat burukku
dengan begitu sempurna
duh...!
13 Januari 2011
03 Januari 2011
Marudah
marudah teu ingkah-ingkah
amarah ngaduruk jajantung
kabayang-bayang anjeun
seuri letik: api lain(*)