Potret hitam putih
penuh kenangan
dari Proklamasi, Velbak,
dan Palmerah
Barsitatap, bersalaman, berbasa-basi,
berbicang panas
dengan sosok-sosok teguh
dalam integritas
bersama-sama berusaha
menyajikan fakta
demi fakta
berharap dunia yang lebih baik
demokrasi lebih tegak
keadilan dicecap bersama
Dua setengah dekade penuh warna
sering merasa tercecer
berjuang mengejar langkah-langkah
yakin di sekeliling
sering merasa asing
merasa kurang teguh
memeluk keyakinan bersama
merasa diri hanya
sosok lemah dibentuk
sekeliling yang biasa-biasa saja
Banyak jejak telah dibuat
banyak usaha telah dilakukan
banyak pengorbanan diberikan
tapi semua akhirnya
hanya menjadi dokumen-dokumen tua
dengan jajak kenangan
yang kian hari kian mengabur
tiada yang mengingat
tak ada yang menghargai
Dengan semua usaha untuk meyakinkan diri
bahwa semuanya memiliki arti lebih
akhirnya terbukti percuma
segalanya hanya kerja biasa juga
tak beda juga dari lainnya
Bagaimana nanti mengingat
kenangan-kenangan itu?
Mungkin dengan penyesalan
di sana sini
serupa saat mengingat momen-momen
hidup lain jauh sebelum itu
diri kurang lentur
menyesuaikan dengan keadaan
kurang melebur
menangkap dan memeluk semua
kesempatan-kesempatan
31 Januari 2026
Kenangan Kantor
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar